Masa berhenti!
Di saat waktu ini, aku bermohon padaMu Ya Allah.
Selesaikan segala permasalahan ini dengan mudah.
Aku terima apa sahaja kehendakMu Ya Allah.
Semoga itu adalah yang terbaik buat diriKu.
Amin.
Di saat waktu ini, aku bermohon padaMu Ya Allah.
Selesaikan segala permasalahan ini dengan mudah.
Aku terima apa sahaja kehendakMu Ya Allah.
Semoga itu adalah yang terbaik buat diriKu.
Amin.
Makin tua dah aku. Aku dah usia 28 tahun. Tinggi aku masih tak berubah sejak aku tingkatan 5. Aku tetap kurus macam dulu. Aku masih cakap banyak macam dulu.
Tapi aku dah kahwin. Dah ada anak.
Seronok kan kalau masa bercinta dulu. Sebab kita hanya cakap aja. Kita cakap pasal nak ada anak nama cantum-cantum dengan pakwe. Kita cakap-cakap pasal anak yang mesti rupa macam orang kita sayang. Kita buat kad besar-besar pastu hantar melalui pos sebab zaman dulu tak ada internet. Kad yang dibuat special, mesti ada bau wangi dan pen warna warni. Kita dengar radio melalui walkman dan tulis lirik selepas dengar 10 kali, harus dah ingat lirik lagu, jiwang bukan main.. bila gaduh.. I’m sorry penuh satu buku latihan.
Best kan masa belajar dulu sebab kita ingat yang bukan hal exam. Kita ingat hal-hal masa sekolah, hal bercinta banyak-banyak kali, hal kita jadi nakal, hal kita mengumpat orang, hal kita jadi bahan umpatan orang… Bila gambar ditag, sudah pasti ada spare tayar sekarang yang dahulu langsung tak ada bayang.
Bila sudah bekerja, tanggungjawab makin banyak. Alangkah seronok bila tidak dibebani tangungjawab itu. Alangkah seronoknye waktu dulu, meminta apa sahaja dari ibu dan ayah. Alangkah seronoknya menjadi pujaan pakcik dan makcik.. hinggakan mesti selalu dipilih untuk dibawa ke pasar malam!
Alangkah rindunya saat masalah diri hanyalah adakah cukup cantik tak, cukup pandai tak atau kerja sekolah aja. Hal-hal masak bukan masalah aku, masalah emak. Hal nak ke sekolah masalah abah, bukan masalah aku. Hal dunia aku tak tahu sebab hanya tengok kartun pagi ke petang atau mancing dan mandi sungai sampai maghrib. Alangkah bahagia dunia itu. Bila kita mahu jadi dewasa cepat-cepat sebab ma dan abah selalu rotan.
Bila dah dewasa, alangkah bestnye kalau tak jadi DEWASA…
I have heard.
My friends lose someone whom they care. They are of course neither me nor I am not them. Yet, the feeling of losing someone you care and love is too much to bear.
Hurt, guilt and anger rushed in at the same time. You are suddenly lonely although there’s a lot of people around. You are crying even you are on top of the world. You are not focusing for whats best in your life. Clock stops ticking. Life seemed ending. You are small and tiny; packed in a closet. You can’t breath and you can’t move. You just want to stay there, hoping people just won’t give a damn about you.
Yep, its not easy to struggle back. When losing someone you love so much, you will appreciate life as you move on. But its never to late to start new though you once felt its hopeless to look for one. When you have tried to love so much and it dissapear, you are scared for the next step. You are scared to love even more. Its better not to sacrifice and being selfish is easier. So its normal to feel sad and broken. But life must go on.
I’m praying that Allah gives us the strenght to carry on. I’m writing to let my friend know that we know how it felt. And remembering the feeling now, makes me love my life more than ever.
Life is full of surprises; but LOSING is just not the word…